CAHAYA DAN KEGELAPAN


55

CAHAYA DAN KEGELAPAN

Allah berfirman:

“Sesiapa yang buta di dunia buta juga di akhirat”. (Surah Bani Israil, ayat 72).

Bukan buta mata yang di kepala tetapi buta mata yang di hati yang menghalang seseorang daripada melihat cahaya hari akhirat.

Firman Allah:

“Bukan matanya yang buta tetapi hatinya yang di dalam dada”. (Surah Hajj, ayat 46).

         Hati menjadi buta disebabkan oleh kelalaian, yang membuat seseorang lupa kepada Allah dan lupa kepada kewajipan mereka, tujuan mereka, ikrar mereka dengan Allah, ketika mereka masih berada di dalam dunia. Sebab utama kelalaian adalah kejahilam terhadap hakikat (kebenaran) undang-undang dan peraturan Tuhan.

         Apa yang menyebabkan seseorang itu berterusan di dalam kejahilam ialah kegelapan yang menyeluruh menutupi seseorang dari luar dan sepenuhnya menguasai batinnya. Sebahagian daripada nilai-nilai itu yang mendatangkan kegelapan ialah sifat-sifat angkuh, sombong, megah, dengki, bakhil, dendam, bohong, mengumpat, fitnah dan lain-lain sifat keji. Sifat-sifat yang keji itulah yang merendahkan ciptaan Tuhan yang sangat baik sehingga jatuh kepada tahap yang paling rendah.
Untuk membebaskan seseorang daripada kejahatan itu dia perlu menyucikan dan menyinarkan cermin hatinya. Penyucian ini dilakukan dengan mendapatkan pengetahuan, dengan beramal menurut pengetahuan itu, dengan usaha dan keberanian, melawan ego diri, menghapuskan yang banyak pada diri, mencapai keesaan. Perjuangan ini berterusan sehingga hati menjadi hidup dengan cahaya keesaan – dan dengan cahaya keesaan itu mata bagi hati yang suci akan melihat hakikat sifat-sifat Allah di sekeliling dan pada dirinya.
Hanya selepas itu baharu kamu ingat akan kediaman kamu yang sebenar yang darinya kamu datang. Kemudian kamu akan ada rasa kerinduan dan keinginan untuk kembali kepada rumah kediaman yang sebenar, dengan pertolongan Yang Maha Mengasihani roh suci pada diri kamu akan menyatu dengan-Nya.
Bila sifat-sifat kegelapan terangkat cahaya mengambil alih tempatnya dan orang yang memiliki mata rohani akan melihat. Dia mengenali apa yang dia lihat dengan cahaya nama-nama sifat Ilahiah. Kemudian dirinya dibanjiri oleh cahaya dan bertukar menjadi cahaya. Cahaya ini masih lagi hijab menutupi cahaya suci Zat, tetapi masanya akan sampai bila ini juga akan terangkat, yang tinggal hanya cahaya suci Zat itu sendiri.

         Hati mempunyai dua mata, satu yang sempat dan satu lagi yang luas. Dengan mata yang sempat seseorang boleh melihat kenyataan sifat-sifat dan nama-nama Allah. Penglihatan ini berterusan sepanjang perkembangan kerohaniannya. Mata yang luas melihat hanya kepada apa yang dijadikan kelihatan oleh cahaya keesaan dan yang esa. Hanya bila seseorang sampai kepada daerah kehampiran dengan Allah dia akan melihat, di dalam alam penghabisan bagi kenyataan Zat Allah, Yang Esa dan Mutlak.
Bagi mencapai makam-makam ini ketika masih di dalam dunia, di dalam kehidupan ini kamu mestilah membersihkan diri kamu daripada sifat-sifat keduniaan, yang ego dan keegoan. Jarak yang kamu mengembara di dalam kenaikan kamu ke arah makam-makam tersebut bergantung kepada sejauh mana kamu mengasingkan diri daripada hawa nafsu yang rendah dan ego diri kamu.
Pencapaian kamu kepada matlamat yang kamu inginkan bukanlah seperti barang kebendaan sampai ke tempat kebendaan. Ia juga bukan ilmu yang membawa seseorang kepada sesuatu yang menjadi diketahui (daripada tidak tahu), juga bukan pertimbangan yang memperolehi apa yang difikirkan, bukan juga khayalan yang menyatu dengan apa yang dikhayalkan. Matlamat yang kamu ingin capai ialah kesedaran tentang ketiadaan (kekosongan) kamu daripada segala sesuatu kecuali Zat Allah. Pencapaian ini adalah perubahan suasana yang terjadi, bukan perubahan pada sesuatu yang nyata. Di sana tiada jarak, tiada dekat atau jauh, tiada kesampaian, tiada ukuran, tiada arah, tiada ruang.
Dia Maha Besar, segala puji untuk-Nya. Dia Maha Pengampun. Dia menjadi nyata dalam apa yang Dia sembunyikan daripada kamu. Dia menyatakan Diri-Nya sebagaimana Dia melabuhkan tirai di antara Dia dengan kamu. Pengenalan tentang Diri-Nya tersembunyi di dalam ketidakupayaan mengenali-Nya.
Jika ada di antara kamu yang sampai kepada cahaya yang diterangkan dalam buku ini ketika kamu masih lagi berada di dalam dunia, buatlah muhasabah (hisab) terhadap diri kamu, buku catatan kamu tentang amalan kamu. Hanya di bawah cahaya kamu boleh melihat apa yang kamu sudah buat dan sedang buat; buat kiraan kamu, seimbangkannya. Kamu akan membaca buku catatan kamu di hadapan Tuhan kamu pada hari pembalasan. Itu adalah muktamad. Kamu tidak ada peluang mengimbanginya di sana. Jika kamu lakukan di sini ketika kamu masih ada masa, kamu akan termasuk ke dalam golongan yang diselamatkan. Jika tidak azab dan seksa menjadi bahagian kamu di akhirat. Hidup ini akan berakhir. Di sana ada azab di dalam kubur, ada hari pembalasan, ada neraka yang menimbang sehingga kepada dosa yang paling kecil dan kebaikan yang paling kecil. Kemudian ada jambatan yang lebih halus daripada rambut dan lebih tajam daripada mata pedang, penghujungnya ialah taman, sementara di bawahnya ialah neraka yang penuh dengan kecelakaan, penderitaan, semuanya adalah berkekalan apabila kehidupan yang singkat ini berakhir.

Sumber: https://plus.google.com/u/0/

Iklan
Dipublikasi di TAUHID | Meninggalkan komentar

TARJIH MUHAMMADIYAH


200px-Logo_Muhammadiyah.svg

TARJIH MUHAMMADIYAH

Dipublikasi di MUHAMMADIYAH | Meninggalkan komentar

CARA MEMASANG VIDEO YOUTUBE DI WORDPRESS


 youtube

CARA MEMASANG VIDEO YOUTUBE DI WORDPRESS

Tutorial Cara Memasang Video Youtube di WordPress.

Memasukkan video di website wordpress cukuplah mudah, karena anda tidak perlu bingung cari plugins dan menginstall plugins baru di wordpress anda, karena anda bisa memakai fasilitas embed yang sudah ada di youtube. Jika anda Mempunyai video pribadi anda bisa mengupload terlebih dahulu video tersebut ke youtube dan memasangnya di website wordpress anda.

BERIKUT CARA MEMASANG VIDEO YOUTUBE DI WORDPRESS.

  1. AksesYoutubeterlebih dahulu
  2. Lakukakn Pencarian Video yang ingin anda pasang, dengan mengetikkan kata kunci di kolom seacrh seperti dibawah ini.

11

  1. Setelah ketemu video yang di cari silahkan klik video tersebut. dan pilih tab Share -> Embed -> Copy script iframe. Anda juga bisa mengatur ukuran video sebelum mengcopy script iframe ke website anda.

12

  1. Setelah anda copy script iframe silahkan masukkan ke postingan wordpress anda dengan mode text seperti dibawah ini.

 3

BERIKUT HASIL DARI VIDEO NYA

Sumber: http://www.centerklik.com/cara-memasang-embed-video-youtube-di-wordpress/

Dipublikasi di TUTORIAL | Meninggalkan komentar

TUTORIAL WORDPRESS LENGKAP


wordpress

TUTORIAL WORDPRESS LENGKAP

PANDUAN MENGELOLA WORDPRESS

Daftar WordPress ini adalah menu untuk halaman dari daftar kumpulan tutorial wordpress, sehingga memudahkan para pengunjung untuk belajar wordpress tanpa harus menggunakan searching atau menu pencarian, setiap title dari tutorial wordpress akan di daftar disini dan akan otomatis menuju ke artikel sesuai dengan judul.

TUTORIAL WORDPRESS LENGKAP

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di TUTORIAL | Meninggalkan komentar

MUNGKINKAH MANUSIA MENIPU TUHAN


gambar-bayi-cengengesan-lucu

MUNGKINKAH MANUSIA MENIPU TUHAN

Abu Nawas sebenarnya adalah seorang ulama yang alim. Tak begitu mengherankan jika Abu Nawas mempunyai murid yang tidak sedikit.

Diantara sekian banyak muridnya, ada satu orang yang hampir selalu menanyakan mengapa Abu Nawas mengatakan begini dan begitu. Suatu ketika ada tiga orang tamu bertanya kepada Abu Nawas dengan pertanyaan yang sama.
Baca lebih lanjut

Dipublikasi di TAUHID | Meninggalkan komentar

Tanda Ma’rifat — Kitab Barencong


Apabila Ilmu pada seseorang salik telah terbukti kebenarannya maka dia akan takut, jika benar akan rasa takutnya dia akan berlari dan jika ia berlari dia Selamat. Apabila telah terbit sinar yakin didalam qalbunya, dia akan menyaksikan Keutamaan, maka itulah tauhidnya. Dan Apabila Cahaya Ma’rifat telah terang didalam Hatinya, berhembuslah Angin cinta dan jika angin cinta […]

melalui Tanda Ma’rifat — Kitab Barencong

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Syair rindu — Kitab Barencong


Berderak patah ranting senja Tiupan seruling menari nari Tiada terkata duhai sang jiwa Pahamkan rindu menggelayut hati Sirr madah mengalun syahdu Ulasan hati di landa rindu Rindu padaMu pujaan qalbu Terkenang tiada mampu ku madu Dzikir mengalun tasbih berputar Tawafnya hati jiwa bergetar Hilang birahi tiadalah gentar Karamlah aku tiada tersadar Sadar adaku pada yg […]

melalui Syair rindu — Kitab Barencong

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

ADA TUJUH JENIS PERSAHABATAN TETAPI HANYA SATU SAMPAI KE AKHIRAT — ILMU MENGENAL DIRI BBM


ADA TUJUH JENIS PERSAHABATAN TETAPI HANYA SATU SAMPAI KE AKHIRAT1. TA’ARUFFANPersahabatan yang terjalin secara kebetulan, seperti pernah bertemu di Lapangan Terbang, hotel, hospital, pejabat pos, ATM, dan lainnya.2. TAARIIHANPersahabatan yang terjalin kerana faktor sejarah, misalnya teman sekampung, satu kelas, satu sekolah, satu asrama, dan sebagainya.3. AHAMMIYYATANPersahabatan yang terjalin kerana faktor kepentingan tertentu seperti rakan bisnes,…

melalui ADA TUJUH JENIS PERSAHABATAN TETAPI HANYA SATU SAMPAI KE AKHIRAT — ILMU MENGENAL DIRI BBM

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

PEMIMPIN AKHIR ZAMAN DARI KETURUNAN KELUARGA RASULULLAH SAW — ILMU MENGENAL DIRI BBM


PEMIMPIN AKHIR ZAMAN DARI KETURUNAN KELUARGA RASULULLAH SAWsungguh hadits ini sangat tepat mengenaimu wahai amirul mu’minin.. . Ibnu Masud RA meriwayatkan bahawa, “Kami mendatangi Rasulullah SAW dan baginda keluardengan membawa berita gembira, dan kegembiraan itu terbayang pada wajahnya. Kami bertanya kepada baginda perkara yang menggembirakan itu dan kami tidak sabar untuk mendengarnya. Tiba-tiba datanglah sekumpulan…

melalui PEMIMPIN AKHIR ZAMAN DARI KETURUNAN KELUARGA RASULULLAH SAW — ILMU MENGENAL DIRI BBM

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

CERMIN DIRI


gambar-animasi-bergerak-power-point-guru

CERMIN DIRI
“””””””””””””””””””””
Wahai TUAK, pandanglah dirimu dg kepolosan, kejernihan, kejujuran pd sebingkai cermin..
Tataplah wajah yg selama ini telah menemani dirimu kemana saja kamu melangkah..
——————————————————
Ada tatapan antara diri yang sebenarnya dan bayangan diri.. keduanya sama, kembar, identik, tak berbeda..
Saling menatap..
Meneliti kekurangan diri..
——————————————————
Wahai TUAK, Siapa di depan cermin ??
Siapa di dalam cermin ??
————>
” ASYHADU ALLAILLAHA ILLALLAH ”
Aku bersaksi ‘ ASYHADU ‘ itulah aku yang di depan cermin
Tiada Illah ‘ LAILLAHA ‘ itulah sebingkai cermin dihadapanku
Kecuali Allah ‘ ILLALLAH ‘ itulah AKU yang di dalam cermin..
——————————————————
Wahai TUAK, AKU ada.. tapi tiada, katanya boleh dipandang tak boleh dipegang..
——————————————————
Sedangkan ‘dirimu’ hanya setetes sperma/ mani, segumpal darah, segumpal daging, tulang belulang..
Tiupan kasih AKU yang telah menghidupkan ‘dirimu’
Nafasku.. adalah Nafas kasihKU
——————————————————
Wahai TUAK, Bumi tak pernah bosan berputar kencang pada porosnya.. mengguncang tiap-tiap jiwa dipermukaannya..
——————————————————
Tiap manusia ada yang menyebut guncangan ini sebagai cobaan, ujian, atau bahkan musibah.. sesuai dg alur cerita atau profesi yang dijalani..
——————————————————
Maka berjuta pertanyaan akhirnya muncul.. “mengapa bisa begini ?”
Yang berujung pada pertanyaan.. “mengapa diri kita mesti ada ?”
KEHIDUPAN yang diri kita alami selama ini hanya berdasarkan berita..
——————————————————
Kata orang tuaku, aku adalah anaknya..
Aku menjadi orang Jawa karena orang tuaku Jawa..
Aku menjadi orang Padang, orang Papua, orang Kalimantan, atau bangsa-bangsa lain, Cina, Arab, Malaysia, Indonesia.. itu karena orang tuaku.. bukan kemauan ku.. !!
Lalu diberilah warisan agama sesuai agama orang tuaku juga.. dan bukan mauku.. tapi kemauan orang tuaku..
Mari..
——————————————————
Diri kita menelusuri corong lembah, ngarai dan anak sungai KEHIDUPAN untuk sampai pada mata air jernih dg kepolosan dan kejujurannya..
——————————————————
Wahai TUAK, tempat dirimu bercermin, untuk melihat diri, mengenal diri, mengenal pencipta diri, mengenal AKU (Illahi Robbi)..
——————————————————
Maka wahai TUAK, tataplah wajah yang ada di depan cermin sekali lagi, kemudian tutup ke dua mata mu masih adakah wajah itu di ingatan mu ??
——————————————————
Persiapkanlah dirimu dg terlebih dahulu mengenal betul wajah mu..
——————————————————
Kemana saja kamu melangkah, bercerminlah tanpa sebingkai cermin..
——————————————————
Selamat meniti jalan kedalaman diri, menyongsong sang fajar..
——————————————————
Berguru pada yg nyata untuk mengenal yang gaib..
——————————————————
Berguru pada yg gaib untuk mengenal yg nyata..
——————————————————
Dapatkah yang nyata menjadi gaib..? Dan yang gaib menjadi nyata..?
Itu tergantung pada gurunya..
——————————————————
Jika Mursyid pada penampilannya, belum tentu pada ilmunya..
——————————————————
Jika Mursyid pada Ilmunya, tidak diutamakan penampilannya..
.
(T. ILAHI)

Dipublikasi di TAUHID | Meninggalkan komentar

ALAM SEMESTA


3d_animasi_parrot_reading_book

ALAM SEMESTA
“””””””””””””””””””””””””””
Alam semesta itu pelajaran yang tidak ada keraguan padanya, menjadi petunjuk bagi orang2 yang taqwa (berserah diri). (Qs Al-baqarah 1 – 2)
——————————————————
”Maha suci Allah yang menciptakan berpasang-pasang semuanya, diantara apa-apa yang ditumbuhkan bumi dan dari diri mereka sendiri (anak adam) dan dari apa-apa yang tidak mereka ketahui.” (Surah Yasin 36)
——————————————————
Begitu juga diciptakan huruf (abjad) kekiri dan kekanan sebagai… Ucapan (lafaz) yang dapat dituliskan dalam bentuk abjad beserta dengan hitungannya dalam bentuk angka disebut juga tanda/sandi dalam bahasa Arabnya adalah “ AYAT ” (Allah Yang Adakan Tanda) yang harus diuraikan.
——————————————————
Diciptakan untuk menjadi pedoman bagi anak Adam yang ingin mengetahui asal-usal dirinya dan penciptanya dimuka bumi ini. Apakah sempurna pengetahuan anak-anak Adam, jika mereka hanya mengetahui setengah saja ? Yang setengah itupun tidak pula dimengerti akan maksud dari ayat-ayat (tanda-tanda) NYA, bahkan yang setengahnya lagi dianggap salah (menyesatkan).
——————————————————
”Apakah pengetahuan mereka itu sudah benar hingga diturut dengan sungguh-sungguh dan dibela dengan mengorbankan nyawa..?? Kitab yang diuraikan AYAT (sandi/ tanda-tanda) NYA, Qur’an (bacaan) yang berbahasa Arab (pernyataan) untuk kaum yang mau mengetahuinya. Yang memberi kabar gembira dan memberi peringatan, tetapi kebanyakan mereka berpaling, lalu mereka tiada mendengarkannya (melainkan melantunkannya).’ (QS As-sajadah 3 – 4)
——————————————————
”Pada hari Kami kumpulkan segolongan dari tiap-tiap umat, diantara orang2 yang mendustakan ayat-ayat Kami, sedang mereka dikumpulkan. Sehingga apabila mereka telah datang, Allah berkata: Adakah kamu mendustakan ayat-ayatKu dan tiada kamu ketahui maksudnya atau apakah yang telah kamu kerjakan ?. ” (QS Al An- nam 83 – 84)
——————————————————
Baca kekanan (latin) = ADAM
baca kekiri (Arab) = ALIF – DAL – MIM (ALIF dan MIM)
ALIF adalah symbol dari jenis kelamin laki-laki
MIM adalah symbol dari jenis kelamin perempuan (yang dipasangkan pada setiap JASAD), RAGA atau TUBUH manusia.
TUBUH adalah rumah bagi JIWA yang terdiri dari : AKAL, HATI, FIKIRAN dan NAFSU
orang2 dahulu kala menyebutnya
——————————————————
“Empat SAudara” (ESA) yang dihidupkan dengan RUH ULLAH ketika ditiupkanNya kedalam JASAD yaitu…. ISA (Ikutan Seluruh Alam) sebagai KALIMATULLAH. Maka hiduplah seorang manusia atas kekuasaan dan kehendak ALLAH.
——————————————————
”Sesungguhnya umpama ISA disisi Allah, seperti Adam, Allah jadikan dia dari sari tanah, kemudian Allah berkata kepadanya : Jadilah engkau, maka jadilah ia. ”
(QS Ali Imran 59)
——————————————————
Itulah….“JASAD” (JAdilah Sebagai ADam) ALIF LAM MIM (ALIF daLAM MIM), ketika kedua jenis kelamin itu bersatu (berhubungan kelamin) dengan keadaan saling memberi dan menerima dengan “RAHMAN RAHIM” (kasih sayang)…… terciptalah anak2 adam disebutlah “ ORANG “ (ORgan tubuh dan tulANG) yang didalamnya adalah “MANUSIA?” (MAu NUrut SIApa…?), yang HAK (asli = Qur’an) sebagai pedoman hidupnya untuk mencapai INSAN KAMIL (manusia sempurna yang bertuhan) atau menurut saja yang BATIL (palsu = selain Qur’an) yang menyesatkannya seperti hewan2 liar dan buas dialam maha luas ini, yang tak bertuan.
——————————————————
Secara terus-menerus dan berulang2 terciptalah seorang manusia atau lebih (kembar) dari tiap-tiap perempuan yang mengandung, melalui alam kandungannya yang kecil kemudian akan lahir pula kedalam kandungan Maha besar yaitu :
ALIF LAM MIM = ALAM (Aku Laksana Anak Manusia) sebagai diri yang Maha besar, hidup dan bergerak yang terdiri dari lima unsur atau disebut juga “DZAT” yang sama pada manusia sebagai diri yang Maha halus.
——————————————————
Begitu juga setiap jenis hewan… kecuali tumbuhan yang langsung dilahirkan dari kandungan bumi (tanah), akibat dari sebab hubungan langit dan bumi (air dan tanah).
——————————————————
Berawal dari yang satu menjadikan pasangannya kemudian menjadi banyak, laki- laki dan perempuan, jantan dan betina. Tetapi manusia itu ingkar akan dirinya sendiri..
——————————————————
”Sesungguhnya telah Kami berikan hikmah (pemahaman) kepada Luqman. Berterimakasihlah kepada Allah. Barang siapa yang berterima kasih (kepadaNya), maka sesungguhnya ia berterima kasih untuk dirinya sendiri, dan barang siapa yang ingkar, maka sesungguhnya Allah Maha kaya lagi Maha terpuji. ”
(QS L u q m a n 12)
——————————————————
”Berapa banyaknya ayat (tanda2) dilangit dan dibumi, sedang mereka mengabaikannya, bahkan mereka berpaling dari padanya. (QS Y u s u f 105)
——————————————————
Dia menjadikan langit dan bumi dengan sebenarnya dan merupakan bentukmu, lalu dicantikkannya rupamu, dan kepadaNya tempat kembali.”
(QS At-taghabun 3)
——————————————————
”Allah yang menciptakan tiap-tiap sesuatu dan Dia menjadi wakil tiap-tiap sesuatu.”
(QS Az-zumar 62)
——————————————————
” kepunyaanNYA kerajaan langit dan bumi. Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Mahakuasa atas tiap-tiap sesuatu. Dia yang awal (masa lalu = kuno) dan yang akhir (masa depan = modern), yang zahir (diluar diri) dan yang batin (didalam diri), dan Dia Maha mengetahui tiap-tiap sesuatu. ”
(QS Al-hadid 2– 3)
——————————————————
” Adakah orang yang ta’at (patuh mengikut Allah) pada waktu malam, seraya tetap patuh lagi takut akan akhirat (batin), serta mengharapkan rahmat Tuhannya. Katakanlah : Adakah sama orang2 yang berilmu pengetahuan dengan orang2 yang tidak berilmu pengetahuan…? (tentu tidak sama) ; Hanya yang menerima peringatan ialah orang2 yang berakal.”
(QS Az-zumar 9)
——————————————————
”Mereka hanya mengetahui yang lahir dari kehidupan duniawi (luar diri), sedangkan mereka lalai tentang akhirat (dalam diri). Tiadakah mereka memikirkan apa yang dalamdiri mereka sendiri ? Allah tiada menjadikan langit, bumi dan apa-apa yang ada diantara keduanya, melainkan dengan kebenaran dan janji yang ditentukanNya. Tetapi kebanyakan manusia ingkar akan menemui Tuhannya. ” (QS Ar – r u m 7 – 8)
——————————————————
GELAP……… bukan berarti MALAM

TERANG……. bukan berarti SIANG

KENYATAAN… bukan berarti NYATA

Semua itu hanyalah seakan-akan..
——————————————————
Maka, Hiduplah diantara gelap dan terang, Sehingga.. Mata dapat melihat dengan nyata keluar dan kedalam diri. Melihat diluar diri dengan sadar.. itulah fenomena/gambaran (sebagai bacaan).

Melihat diluar diri tanpa sadar..
itulah mabuk (angan-angan).
——————————————————
Melihat didalam diri dalam keadaan tidur (tidak sadar), itulah mimpi (sebagai kiasan) Melihat kedalam diri mata terpejam keadaan sadar bukan tidur,
——————————————————
itulah…. MEDITASI (berhubungan/berkomunikasi dengan diri sejati = Allah).
——————————————————
Barang siapa yang mengenal dirinya, maka sesungguhnya ia telah mengenal Tuhannya. Hidup didunia ini (luar diri), hanya suatu kesenangan dan permainan.
——————————————————
”Sesungguhnya kampung akhirat (dalam diri), itulah kehidupan yang sebenarnya. Jika mereka mengetahui.” (QS Al-ankabut 64).
——————————————————
Terserah manusia.. memilih MALAM (MAsuk kedaLAM) kemudian melakukan MEDITASI (MElihat DIri TAnpa SIsi) Untuk bicara dengan dirinya sendiri
atau.. Memilih SIANG (SIsi terANG) yang hanya dilalaikan oleh nafsu duniawi dengan aneka keindahan dan kenikmatan Sehingga terlupa pada diri sendiri (didalam).
Sungguh manusia itu sombong terhadap dirinya, tak mau kenal, tak mau menyapa dan tak mau perduli.. Tak kenal maka tak ingat.. Tak dekat maka tak akrab.
——————————————————
”Sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Luqman : Berterima kasihlah kepada Allah. Barang siapa berterima kasih (kepadaNya), maka hanyalah berterima kasih untuk dirinya sendiri. Dan barang siapa yang ingkar (pada diri sendiri), maka sesungguhnya Allah Maha kaya lagi Mahaterpuji.”
(QS Lu q m a n 12).
.
(TUAK ILAHI)

Dipublikasi di TAUHID | Meninggalkan komentar