CERMIN DIRI


gambar-animasi-bergerak-power-point-guru

CERMIN DIRI
“””””””””””””””””””””
Wahai TUAK, pandanglah dirimu dg kepolosan, kejernihan, kejujuran pd sebingkai cermin..
Tataplah wajah yg selama ini telah menemani dirimu kemana saja kamu melangkah..
——————————————————
Ada tatapan antara diri yang sebenarnya dan bayangan diri.. keduanya sama, kembar, identik, tak berbeda..
Saling menatap..
Meneliti kekurangan diri..
——————————————————
Wahai TUAK, Siapa di depan cermin ??
Siapa di dalam cermin ??
————>
” ASYHADU ALLAILLAHA ILLALLAH ”
Aku bersaksi ‘ ASYHADU ‘ itulah aku yang di depan cermin
Tiada Illah ‘ LAILLAHA ‘ itulah sebingkai cermin dihadapanku
Kecuali Allah ‘ ILLALLAH ‘ itulah AKU yang di dalam cermin..
——————————————————
Wahai TUAK, AKU ada.. tapi tiada, katanya boleh dipandang tak boleh dipegang..
——————————————————
Sedangkan ‘dirimu’ hanya setetes sperma/ mani, segumpal darah, segumpal daging, tulang belulang..
Tiupan kasih AKU yang telah menghidupkan ‘dirimu’
Nafasku.. adalah Nafas kasihKU
——————————————————
Wahai TUAK, Bumi tak pernah bosan berputar kencang pada porosnya.. mengguncang tiap-tiap jiwa dipermukaannya..
——————————————————
Tiap manusia ada yang menyebut guncangan ini sebagai cobaan, ujian, atau bahkan musibah.. sesuai dg alur cerita atau profesi yang dijalani..
——————————————————
Maka berjuta pertanyaan akhirnya muncul.. “mengapa bisa begini ?”
Yang berujung pada pertanyaan.. “mengapa diri kita mesti ada ?”
KEHIDUPAN yang diri kita alami selama ini hanya berdasarkan berita..
——————————————————
Kata orang tuaku, aku adalah anaknya..
Aku menjadi orang Jawa karena orang tuaku Jawa..
Aku menjadi orang Padang, orang Papua, orang Kalimantan, atau bangsa-bangsa lain, Cina, Arab, Malaysia, Indonesia.. itu karena orang tuaku.. bukan kemauan ku.. !!
Lalu diberilah warisan agama sesuai agama orang tuaku juga.. dan bukan mauku.. tapi kemauan orang tuaku..
Mari..
——————————————————
Diri kita menelusuri corong lembah, ngarai dan anak sungai KEHIDUPAN untuk sampai pada mata air jernih dg kepolosan dan kejujurannya..
——————————————————
Wahai TUAK, tempat dirimu bercermin, untuk melihat diri, mengenal diri, mengenal pencipta diri, mengenal AKU (Illahi Robbi)..
——————————————————
Maka wahai TUAK, tataplah wajah yang ada di depan cermin sekali lagi, kemudian tutup ke dua mata mu masih adakah wajah itu di ingatan mu ??
——————————————————
Persiapkanlah dirimu dg terlebih dahulu mengenal betul wajah mu..
——————————————————
Kemana saja kamu melangkah, bercerminlah tanpa sebingkai cermin..
——————————————————
Selamat meniti jalan kedalaman diri, menyongsong sang fajar..
——————————————————
Berguru pada yg nyata untuk mengenal yang gaib..
——————————————————
Berguru pada yg gaib untuk mengenal yg nyata..
——————————————————
Dapatkah yang nyata menjadi gaib..? Dan yang gaib menjadi nyata..?
Itu tergantung pada gurunya..
——————————————————
Jika Mursyid pada penampilannya, belum tentu pada ilmunya..
——————————————————
Jika Mursyid pada Ilmunya, tidak diutamakan penampilannya..
.
(T. ILAHI)

Iklan

Tentang ZARMI-SUKSES

Pencari cinta abadi
Pos ini dipublikasikan di TAUHID. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s